Terinfeksi Virus Gastroenteritis Mendekatkan Pada Kematian

Terinfeksi Virus Gastroenteritis Mendekatkan Pada KematianGastroenteritis adalah peradangan pada lapisan usus halus sebagai akibat dari zat beracun dari bakteri atau infeksi virus, bakteri atau parasit. Viral gastroenteritis adalah penyakit yang paling umum kedua di AS Penyebabnya sering infeksi norovirus. Bakteri ini biasanya menyebar melalui makanan yang tercemar atau air, dan kontak dengan orang yang terinfeksi dan biasanya bakteri gastroenteritis berada pada area umum, seperti sekolah dimana ada kontak yang saling berdekatan antara orang-orang.

Ada 4 tipe utama dari gastroenteritis: gastroenteritis virus, gastroenteritis bakteri, disentri amoeba, dan disentri basiler. Disentri amoeba adalah suatu infeksi pada usus halus yang disebabkan oleh parasit Entamoeba histolytica. Disentri basiler adalah suatu penyakit infeksi pada usus halus yang disebabkan oleh bakteri dari genus Shigella. Gastroenteritis virus adalah suatu infeksi pada usus halus yang disebabkan oleh wabah virus sedangkan gastroenteritis bakteri adalah infeksi pada usus halus yang disebabkan oleh kontaminasi bakteri. Apabila berat, gastroenteritis dapat menyebabkan dehidrasi, dan hal ini mengancam jiwa.

Penyebab
Banyak jenis bakteri dapat menyebabkan gastroenteritis, termasuk:
1. Yersinia (ditemukan dalam daging babi)
2. Staphylococcus (ditemukan dalam produk susu, daging, dan telur)
3. Shigella (berhubungan dengan air dan ditemukan di kolam renang)
4. Salmonella (ditemukan dalam daging, produk susu, dan telur)
5. E. coli (ditemukan dalam daging sapi, salad)
6. Campylobacter (ditemukan dalam daging dan unggas)

Faktor risiko
Anak-anak dapat dengan mudah terkena gastro dikarenakan sistem imun yang dimiliki belum cukup matang sampai usia enam tahun. Sedangkan orang dewasa dapat mengalami masa dimana sistem imun yang dimiliki menurun sehingga mudah terinfeksi. Orang yang memiliki ketahanan yang rendah dikarenakan sistem imun yang lemah akibat HIV, AIDS atau kondisi medis lain memiliki risiko yang tinggi.

Gejala
Jenis dan beratnya gejala tergantung dari jenis dan banyaknya mikroorganisme atau racun yang tertelan. Gejalanya juga bervariasi tergantung dari daya tahan tubuh seseorang. Gejala biasanya dimulai secara tiba-tiba, yaitu berupa kehilangan nafsu makan, mual atau muntah. Bising usus meningkat (perut keroncongan), kram perut dan diare dengan atau tanpa darah dan lendir.

Terkumpulnya gas di dalam usus menyebabkan rasa sakit. Penderita juga bisa mengalami demam, tidak enak badan dan kelelahan yang berlebihan. Muntah dan diare yang hebat dapat mengakibatkan dehidrasi dan penurunan tekanan darah, sehingga terjadi syok. Keadaan ini juga menyebabkan tubuh kehilangan kalium, sehingga kadarnya dalam darah menurun (hipokalemia). Juga terjadi penurunan kadar natrium dalam darah (hiponatremia), terutama jika penderita menggantikan kehilangan cairan dengan meminum larutan yang hanya mengandung sedikit atau bahkan tidak mengandung garam, misalnya air putih dan teh.

Diagnosis dan Tes
iagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya, meskipun penyebabnya belum bisa ditentukan dari gejalanya. Kadang-kadang anggota keluarga lainnya atau rekan sekerjanya sebelumnya sudah menunjukkan gejala-gejala yang sama. Atau penderita bisa mendapatkan penyakit ini karena cara memasak yang salah, makan makanan yang tercemar (misalnya mayonaise yang disimpan terlalu lama dalam kulkas) atau makan makanan laut mentah.

Perlu juga ditanyakan apakah penderita baru mengadakan perjalanan keluar kota sebelumnya. Jika gejalanya berat dan lebih dari 48 jam, maka dilakukan pemeriksaan laboratorium terhadap contoh tinja untuk mencari adanya sel darah putih dan bakteri, virus atau parasit. Pemeriksaan laboratorium dari muntahan, makanan atau darah, juga bisa membantu menemukan penyebabnya.

Bila gejalanya menetap selama beberapa hari, mungkin perlu dilakukan pemeriksaan kolonoskopi untuk menemukan adanya kelainan tertentu, seperti kolitis ulserativa ataupun disentri amuba (amubiasis).

Pengobatan
Biasanya satu-satunya pengobatan yang dibutuhkan adalah minum cairan yang cukup. Pada penderita yang muntahpun, harus minum sedikit demi sedikit untuk mengatasi dehidrasi, yang selanjutnya bisa membantu menghentikan muntahnya. Jika muntah berlangsung terus dan terjadi dehidrasi berat, mungkin diperlukan infus cairan dan elektrolit.

Karena anak-anak lebih cepat jatuh ke dalam keadaan dehidrasi, mereka harus diberi larutan garam dan gula. Cairan yang biasa digunakan seperti minuman bersoda, teh, minuman olahraga dan sari buah, tidak tepat diberikan kepada anak-anak dengan diare. Bila muntahnya hebat, bisa diberikan suntikan atau supositoria (obat yang dimasukkan melalui lubang dubur).

Jika gejalanya membaik, penderita secara bertahap mendapatkan makanan lunak seperti gandum, pisang, bubur nasi, selai apel dan roti panggang. Jika makanan tersebut tidak menghentikan diare setelah 12-24 jam dan bila tidak terdapat darah pada tinja, berarti ada infeksi bakteri yang serius, dan diberikan obat-obat seperti difenoksilat, loperamide atau bismuth subsalisilat.

Karena antibiotik dapat menyebabkan diare dan merangsang pertumbuhan organisme yang resisten terhadap antibiotik, maka antibiotik jarang digunakan meskipun diketahui penyebabnya adalah bakteri. Antibiotik bisa digunakan, tetapi pada infeksi bakteri tertentu, yaitu Campylobacter, Shigella dan Vibrio cholerae.

Perawatan dirumah
Jika Anda memiliki kasus penyakit gastroenteritis bakteri, Anda mungkin dapat mengobati penyakit Anda di rumah dengan beberapa tips dibawah ini:
1. Minum cairan secara teratur sepanjang hari, terutama setelah menderita diare sebelumnya.
2. Jika memungkinkan, makan sedikit dan sering, dan termasuk beberapa makanan asin.
3. Mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kalium, seperti jus buah dan pisang.
4. Jangan minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda.
5. Namun jika penyakit Anda semakin parah berada dirumah sebaiknya Anda mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Pencegahan
Jika Anda sudah memiliki gastroenteritis, Anda harus berhati-hati untuk tidak menyebarkan bakteri kepada orang lain. Sebaiknya cuci tangan setelah menggunakan toilet dan sebelum memegang makanan, hindari menyiapkan makanan untuk orang lain, jangan berdekatan pada orang lain selama Anda sakit dan tunggu kurang lebih 48 jam setelah gejala berhenti sebelum kembali bekerja.

Langkah-langkah berikut dapat membantu mencegah infeksi gastroenteritis bakteri:
1. Hindari mengkonsumsi susu yang tidak dipasteurisasi, daging mentah, atau kerang mentah.
2. Menggunakan dua tempat terpisah dan peralatan untuk daging mentah dan dimasak.
3. Cucilah salad dan sayuran dengan benar-benar bersih.
4. Pastikan dapur tetap terjaga kebersihannya.
5. Cuci tangan setelah menggunakan toilet, sebelum memegang makanan Anda, setelah menyentuh hewan, dan sebelum makan.
6. Minum air kemasan saat bepergian ke luar negeri dan mengambil vaksin dianjurkan.