Seputar Kanker Payudara pada Pria (Male Breast Cancer)

Seputar Kanker Payudara pada Pria (Male Breast Cancer)Kanker payudara sering dianggap sebagai kondisi yang hanya mempengaruhi wanita, tetapi pria juga bisa mengembangkannya. Kanker payudara pada pria jauh lebih umum dari kanker payudara pada wanita, dengan hanya sekitar satu kasus baru didiagnosa setiap 100.000 orang setiap tahun. Kanker berkembang dalam jumlah yang kecil pada payudara laki-laki yang tertuju pada puting pria. Gejalanya yang paling umum adalah terdapat benjolan dan tidak nyeri pada salah satu payudara.

Penyebab
Penyebab pasti kanker payudara belum diketahui, tetapi banyak ahli sepakat bahwa beberapa pria memiliki risiko kanker payudara lebih besar dibandingkan yang lain. Di Amerika Serikat, sebagian besar kanker payudara pria terjadi pada pria berusia lebih tua dari 65 tahun.

Faktor utama yang meningkatkan risiko kanker payudara pria adalah
– Mewarisi mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2.
– Memiliki sindrom Klinefelter, yaitu kelainan genetik dimana terdapat kromosom ekstra.

Selain itu, hal-hal lain yang dapat meningkatkan risiko kanker antara lain:
– Riwayat penyakit payudara yang bukan kanker.
– Payudara membesar pada pria (gynecomastia).

Gejala
Gejala paling umum dari kanker payudara pria adalah terdapat benjolan atau pembengkakan di belakang putting tanpa rasa sakit. Gejala-gejala lainnya adalah: ada cairan yang keluar dari puting atau benjolan atau pembengkakan di ketiak.

Kebanyakan pria yang didiagnosa menderita kanker payudara berusia lebih tua dari 65 tahun. Namun kanker payudara bisa juga terjadi pada pria yang lebih muda. Oleh karena itu, setiap benjolan di payudara pria dewasa dianggap abnormal dan harus diperiksa oleh dokter.

Diagnosis
Kanker payudara pria didiagnosis dengan biopsi untuk memeriksa benjolan atau pembengkakan pada payudara atau ketiak. Karena umumnya tidak ada pemeriksaan rutin untuk kanker payudara dan benjolan di payudara tidak menimbulkan rasa sakit, maka kanker payudara mungkin baru ditemukan setelah kanker menyebar ke daerah tubuh yang lain.

Pengobatan
Pengobatan utama untuk kanker payudara pria adalah tindakan operasi yang disebut mastektomi total, yaitu operasi untuk mengangkat seluruh payudara dan melakukan biopsi kelenjar getah bening sentinel. Operasi konservasi payudara (lumpektomi) biasanya tidak dilakukan karena kebanyakan pria tidak memiliki jaringan payudara yang banyak.

Penelitian yang dilakukan untuk mengobati kanker payudara pria masih sedikit. Hal ini karena kanker payudara pria sangat jarang terjadi. Namun kanker payudara pria hampir mirip dengan kanker payudara wanita sehingga beberapa perawatan kanker payudara wanita juga dapat dilakukan, antara lain: terapi radiasi, kemoterapi, terapi hormon, dan terapi target.

Kemoterapi dapat dilakukan setelah tindakan operasi untuk mengurangi kemungkinan kanker payudara kembali muncul di bagian lain dari tubuh. Jika kanker payudara sensitif terhadap hormon tertentu, yang ditandai adanya reseptor estrogen / progesteron, maka kanker payudara pria mungkin dapat diobati dengan obat penghalang hormon yang disebut tamoxifen. Kemoterapi atau terapi hormon biasanya memberikan respon yang baik dalam pengobatan kanker payudara pria.

Yang Harus diperhatikan
Kanker payudara pria sangat jarang terjadi, yaitu hanya sekitar 1% dari semua kasus kanker payudara setiap tahunnya. Oleh karena itu, banyak ahli mendorong penderita kanker payudara pria untuk segera berkonsultasi dengan dokter.