Referat Sindrom Asperger Pada anak

Referat Sindrom Asperger Pada anakSindrom Asperger adalah gangguan spektrum autisme (ASD) dianggap berada di “berfungsi tinggi” akhir spektrum yang membuat penderitanya sangat sulit untuk berinteraksi dengan orang lain. Anak yang terkena dan orang dewasa mengalami kesulitan dengan interaksi sosial dan menunjukkan berbagai dibatasi kepentingan atau perilaku repetitif. Perkembangan motorik mungkin tertunda, menyebabkan kecanggungan atau gerakan motorik tidak terkoordinasi. Dibandingkan dengan mereka yang terkena dampak bentuk lain dari ASD, bagaimanapun, orang-orang dengan sindrom Asperger tidak memiliki keterlambatan signifikan atau kesulitan dalam bahasa atau perkembangan kognitif. Beberapa bahkan menunjukkan kosakata prekoks.

Orang dengan sindrom Asperger memiliki beberapa ciri autisme. Sebagai contoh, mereka mungkin memiliki keterampilan sosial yang buruk, lebih menyukai rutinitas, dan tidak menyukai perubahan. Namun tidak seperti anak-anak dengan autis, anak-anak dengan sindrom asperger biasanya mulai berbicara sebelum usia 2 tahun, yaitu usia dimana kemampuan bicara anak mulai berkembang.

Sindrom Asperger merupakan kondisi seumur hidup, tetapi gejala cenderung membaik seiring berlalunya waktu. Orang dewasa dengan kondisi ini bisa belajar untuk memahami kelebihan dan kekurangan mereka sendiri. Dan mereka dapat meningkatkan keterampilan sosial mereka. Sindrom Asperger dan autisme termasuk dalam kelompok gangguan yang disebut gangguan perkembangan pervasif (pervasive developmental disorders).

Penyebab pasti sindrom asperger belum diketahui, dan belum diketahui cara pencegahannya. Sindom Asperger cenderung menurun di dalam keluarga. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian untuk mencari penyebab genetik. Sindrom Asperger lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.

Sindrom Asperger biasanya terlihat pada usia 3 tahun atau lebih. Gejalanya bervariasi, sehingga tidak ada gejala-gejala yang sama dari satu anak dengan yang lain.

Sindrom Asperger diadaptasi dari nama seorang dokter berkebangsaan Austria, Hans Asperger, yang pertama kali menggambarkan kondisi gangguan tersebut pada tahun 1944. Namun, pada saat itu, sindrom Asperger tidak diakui sebagai gangguan yang unik hingga waktu yang lama.

Apa saja gejala dari sindrom Asperger?
Gejala pada sindrom Asperger dapat bervariasi, dari yang ringan hingga yang akut. Gejala yang umumnya terjadi, biasanya adalah:

– Masalah dengan kemampuan bersosialisasi: anak yang menderita sindrom Asperger pada umumnya mengalami kesulitan berinteraksi dengan orang lain dan sering kali merasa canggung pada situasi sosial manapun.
– Perilaku eksentrik atau berulang-ulang: Anak-anak dengan kondisi ini dapat melakukan gerakan berulang yang aneh, seperti meremas-remas tangan atau memutar jari.
– Keasyikan atau ritual yang tidak biasa: Seorang anak dengan sindrom Asperger dapat mengembangkan ritual yang ia tidak akan ubah, seperti berpakaian dalam urutan tertentu.
– Kesulitan berkomunikasi: Orang dengan sindrom Asperger tidak dapat memberi kontak mata ketika berbicara dengan seseorang. Mereka memiliki kesulitan menggunakan ekspresi wajah dan gerak tubuh, dan memahami bahasa tubuh. Mereka juga cenderung memiliki masalah dalam memahami bahasa dalam konteks atau bahasa kiasan dan sangat harafiah dalam penggunaan bahasa.
– Cakupan minat yang terbatas: Seorang anak dengan sindrom Asperger dapat mengembangkan minat yang terasa obsesif pada cakupan area tertentu, seperti jadwal olahraga, cuaca, hewan atau peta.
– Masalah Koordinasi: Gerakan anak dengan sindrom Asperger mungkin akan tampak kikuk atau canggung.
– Terampil atau berbakat: Banyak anak yang menderita sindrom asperger justru sangat berbakat atau terampil dalam bidang tertentu, seperti pada bidang musik atau matematika.

Jika Anda prihatin tentang perilaku atau gaya komunikasi anak Anda, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak Anda. Dokter akan bertanya tentang perkembangan anak Anda dan juga menanyakan apakah orang lain menyadari masalah sosial anak Anda.

Dokter mungkin akan mengarahkan Anda ke dokter spesialis untuk mengkonfirmasi atau menyingkirkan sindrom Asperger. Dokter spesialis dapat menguji gaya belajar anak Anda, bicara dan bahasa, IQ, keterampilan sosial dan motorik, dan banyak lagi.

Apa yang menyebabkan munculnya sindrom Asperger?
Penyebab pasti sindrom Asperger tidak diketahui. Namun, fakta bahwa sindrom tersebut cenderung diturunkan dalam keluarga menunjukkan bahwa kecenderungan untuk mengembangkan gangguan ini dapat diwariskan (diturunkan dari orangtua ke anak).

Sudahkah masyarakat mengetahui keberadaan dari sindrom Asperger?
Sindrom Asperger baru-baru ini saja diakui sebagai gangguan yang unik. Oleh karena itu, jumlah pasti orang yang menderita gangguan tersebut belum diketahui. Sementara sindrom tersebut yang lebih umum daripada autisme, perkiraan untuk negara Amerika Serikat dan Kanada berkisar dari 1 dalam setiap 250 anak hingga 1 dalam setiap 10.000 anak. Sindrom Asperger empat kali lebih mungkin terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan dan biasanya pertama kali didiagnosis pada anak-anak antara usia 2 hingga 6 tahun.

Hubungi dokter atau psikiater Anda bila menemukan adanya indikasi bahwa anak Anda menderita sindrom Asperger. Penanganan sedini mungkin akan lebih baik daripada menyesal di kemudian hari.