Penyebab Hati Alkoholik atau Sirosis Hati

Penyebab Hati Alkoholik atau Sirosis HatiJika ditanya tentang penyebab terjadinya sirosis hati, ada banyak penyebabnya. Di Eropa dan Amerika, penyebab paling umum adalah minum alkohol yang tidak terkontrol dan penyakit hepatitis C. Terkadang bisa saja lebih dari satu penyebab yang terdapat pada satu pasien yang sama. Selain itu juga banyak sekali penyebab terjadinya sisrosis hati selain dikarenakan konsumsi alkohol yang berlebihan.

Berikut ini adalah penyebab-penyebab terjadinya sirosis hati :
1. Alcoholic liver disease  atau ALD  – Penyakit hati pada seorang alkoholik. Sirosis beralkohol berkembang antara 10% hingga 20% dari individu yang sering minum minuman beralkohol selama satu dekade atau lebih. Alkohol tampaknya melukai hati dengan menghalangi sistem metabolisme normal seperti protein, lemak, dan karbohidrat.

1. Non-alkohol steatohepatitis atau NASH –  Pada NASH, terjadi penumpukan lemak pada hati yang mengakibatkan adanya jaringan parut. Jenis hepatitis tampak terkait dengan diabetes, kekurangan protein, obesitas, penyakit arteri koroner, dan pengobatan dengan obat kortikosteroid.

2. Hepatitis C kronis – Infeksi dengan virus hepatitis C yang mengakibatkan peradangan pada hati dan kelas variabel kerusakan organ yang selama beberapa dekade dapat menyebabkan sirosis. Sirosis yang disebabkan oleh hepatitis C adalah alasan yang paling umum untuk transplantasi hati.

3. Hepatitis B kronis – virus hepatitis B menyebabkan peradangan pada hati dan luka yang selama beberapa dekade dapat menyebabkan sirosis. Hepatitis D tergantung pada kehadiran hepatitis B dan mempercepat terjadinya sirosis pada infeksi yang bersamaan.

4. Primary biliary cirrhosis – Tanpa gejala, tapi kebanyakan pasien mengalami kelihan seperti hiperpigmentasi pada kulit, cepat lelah, pruritus atau gatal-gatal, dan sedikit adanya gejala penyakit kuning disertai dengan pembengkakan pada hati atau hepatomegali.

5. Primary sclerosing cholangitis atau PSC – Adalah gangguan kolestasis progresif yang membuat pasien mengalami pruritus, adanya kelebihan lemak pada tinja atau steatorrhea, kekurangan vitamin yang larut dalam lemak, dan penyakit tulang metabolik. Ada hubungan yang kuat dengan penyakit radang usus atau IBD, terutama kolitis ulserativa.

6. Autoimmune hepatitis – Penyakit ini disebabkan oleh kerusakan kekebalan dikarenakan adanya  peradangan pada hati dan akhirnya menyebabkan jaringan parut dan sirosis. Temuan meliputi peningkatan pada serum globulin, terutama globulin gamma. Terapi dengan penggunaan prednison  atau azathioprine juga menguntungkan.

7. Hereditary hemochromatosis – Biasanya terjadi pada pasien yang memiliki riwayat keluarga sirosis, hiperpigmentasi pada kulit, diabetes mellitus, gangguan dengan berbagai gejala yang timbul akibat akumulasi kristal kalsium pyrophosphate dihydrate di jaringan ikat atau pseudogout,  atau kardiomiopati, semua karena tanda-tanda kelebihan zat besi.

8. Wilson’s disease atau penyakit wilson – Gangguan resesif autosomal yang ditandai dengan rendahnya serum seruloplasmin dan meningkatnya kandungan tembaga pada hati pada saat pemeriksaan melalui biopsi hati. Mungkin juga dengan adanya lingkaran hitam pada iris dikarenakan endapan tembaga pada  membran descemet yang biasa  disebut cincin Kayser-Fleischer di kornea dan perubahan status mental.

9. Alpha 1-antitrypsin atau A1AD – gangguan resesif autosomal yang dikarenakan  pasien mungkin memiliki penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK, terutama jika mereka memiliki riwayat kesehatan sebagai perokok berat. Dikarenakan serum AAT yang rendah.

10. Sirosis jantung. Karena kronis gagal jantung pada sisi kanan yang mengarah ke hati mengalami kemacetan.

11. Galaktosemia – Gangguan metabolisme genetik yang langka  yang mempengaruhi kemampuan individu untuk memetabolisme galaktosa pada gula dengan benar. Sehingga membuat gangguan pada autosomal yang menjadikan individu kekurangan enzim yang bertanggung jawab sehingga terjadi pengurangan kadar galaktosa pada tubuh.

12. Penyimpanan glikogen penyakit tipe IV – Adalah gangguan metabolisme langka pada individu yang dikarenakan oleh faktor keturunan. Karena tidak adanya enzim glikogen percabangan amylo-1,4-1, 6 transglucosidase, sehingga mengakibatkan rantai glukosa yang sangat panjang dan tidak bercabang pada glikogen dan mengakibatkan penumpukan dalam jaringan tubuh terutama jantung dan hati yang hasil akhirnya mengakibatkan sirosis hati dan kematian dalam jangka waktu 5 tahun.

13. Cystic fibrosis atau fibrosis kistik – Gangguan resesif autosomal kritis yang mempengaruhi paru-paru, pankreas, hati dan usus. Hal ini ditandai dengan pengangkutan klorida dan nartrium yang berlebihan pada lapisan epitel sehingga terjadi penumpukan dan bila menumpuk dalam hati akan menjadikan sirosis hati.

14. Hepatotoksik obat atau racun – Pemakaian obat-obatan seperti Acetaminophen atau lebih dikenal dengan nama parasetamol, juga dikenal dengan nama merek Tylenol dan Panadol biasanya ditoleransi dengan baik pada dosis yang sesuai dengan resep dokte. Tetapi overdosis adalah penyebab paling umum dari obat ini yang mengakibatkan terjadinya penyakit hati dan gagal hati akut di seluruh dunia.

15. Lysosomal acid lipase deficiency atau Defisiensi LAL – Adalah suatu kondisi langka genetika autosomal resesif  yang ditandai dengan pembengkakan hati, gangguan pada fungsi hati dan kandungan lemak yang berlebihan pada darah atau hiperlipidemia tipe II. Pembesaran limpa atau splenomegali dan bukti hipersplenisme ringan dapat berpengaruh pada beberapa pasien. Kasus ini tidak dapat diobati, Kekurangan LAL dapat menyebabkan fibrosis, sirosis, gagal hati dan kematian. Baca juga bagiamana langkah dalam pengobatan Sirosis Hati