Kurangi Garam Agar Panjang Umur

Garam adalah salah satu unsur yang dibutuhkan dalam setiap masakan karena fungsinya sebagai pemberi rasa. Tapi kita juga mengetahui terlalu banyak mengonsumsi pemberi rasa ini akan berbahaya bagi pembuluh darah kita. Sebenarnya, seberapa kuat tubuh kita bisa “menampung” garam? Tahap pertama adalah akhir 1980-an dan tahap kedua pada awal 1990-an. Penelitian tahap pertama, fokus pada empat hal yaitu stres manajemen, pola makan sehat, dan pengurangan garam.

Sedangkan di tahap kedua menitikberatkan pada penurunan berat badan dan pengurangan garam. Mereka melibatkan 3 ribu responden yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Para responden dipastikan tidak punya masalah dengan pembuluh darah dan tekanan darah mereka. Kelompok pertama diajarkan untuk memilih makanan yang rendah sodium sedangkan kelompok kedua hanya diajarkan bagaimana memilih makanan sehat secara umum. Kedua kelompok selama penelitian diamati konsumsi garamnya.

Sedangkan pada kelompok yang hanya diberi tahu bagaimana memilih makanan sehat secara umum, tidak signifikan memengaruhi kadar sodium dalam tubuhnya. Bahkan 9 persen dari mereka tetap mengalami serangan jantung atau stroke, sedangkan kelompok yang memilih makanan untuk mengontrol kadar sodium hanya mengalami masalah tersebut sebanyak 7,5 %. Sodium diperlukan untuk mengantarkan rangsangan pada sistem saraf kita dan menjaga agar mineral tetap tercukupi dalam tubuh. Tapi tubuh kita tidak suka segala sesuatu yang berlebihan, termasuk sodium. Ketika kelebihan akan kesulitan bagi ginjal untuk mengeluarkannya yang kemudian membuat cairan antar sel menjadi lebih banyak. Inilah yang kemudian membuat volume dalam sirkulasi darah meningkat yang kemudian menaikkan tekanan dalam  darah atau jamak kita sebut hipertensi.

Batasi garam biar jantung lebih sehat.

Jika darah Anda terlalu banyak mengandung natrium, volume darah akan meningkat karena natrium akan menarik dan mengikat air. Dengan begitu, jantung harus bekerja ekstrakeras memompa untuk mengalirkan darah yang volumenya meningkat itu. Akibatnya, tekanan pada arteri akan meningkat. Di zaman modern yang serba instan ini, kecenderungan kita untuk mengasup natrium berlebih menjadi sangat tinggi. Hampir setiap hari kita tidak dapat terlepas dari makanan yang sudah diproses dan mengandung natrium tinggi, seperti, sup, kaldu, sayuran dalam kaleng, saus, dan banyak lagi. Belum lagi kebiasaan menambahkan garam setiap kali makan atau mengudap camilan mengandung garam.

Memang masih ada perbedaan pendapat tentang pembatasan garam apakah benar dapat menurunkan tekanan darah. Beberapa penelitian berhasil memperoleh sedikit bukti yang mendukung teori ini. Penelitian lain termasuk penelitian DASH-Sodium yang dipublikasikan pada tahun 2001 menunjukkan bahwa dengan mengurangi natrium akan menurunkan tekanan darah. Jika Anda mempunyai tekanan darah tinggi dan sensitif terhadap natrium, dengan mengurangi asupan natrium dapat membantu menurunkan tekanan darah. Dengan membatasi natrium dan mengubah gaya hidup, mungkin Anda jadi tidak perlu obat-obatan. Kalaupun Anda sudah menggunakan obat-obatan, dengan mengurangi natrium, maka obat-obatan tersebut akan menjadi lebih efektif.


Topik Terkait:
,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>