Terapi Kecanduan Seks

kecanduan seksBerbicara tentang kecanduan seks seperti hal biasa, bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan atau ditakutkan. Dan jadi masalah besar. Apalagi di mata wanita. Para pecandu seks selalu terobsesi dengan aktivitas seks dan memiliki segudang pengalaman seks yang tak terkendali. Meski, mereka tahu ada sejumlah konsekuensi negatif yang menunggu. belum diketahui apakah candu ini berasal dari faktor fisiologis, psikologis, atau kombinasi keduanya.

para pecandu memiliki sejarah seks yang rumit dan  pengalaman seks yang membuatnya merasa bersalah, minder, dan depresi. Gangguan psikologis lain, seperti gangguan bipolar atau gangguan obsesif-kompulsif juga sering jadi penyebab. Jika Anda kecanduan seks hanya dengan pasangan, mungkin bukan masalah.  Namun, ketika kecanduan seks Anda sudah mulai “mengganggu” Anda atau orang sekitar Anda.

Ada tiga tips yang mungkin bisa menolong Anda menghadapi persoalan yang “unik” ini.

1. Konsultasi dengan ahli kejiwaan
Ketika seks sudah mengganggu psikologis Anda, kami menyarankan agar menempuh jalur psikoterapi. Psikoterapi mampu memperlakukan kecanduan dan perasaan-perasaan negatif secara terarah. Baiknya, Anda memilih ahli terapi yang berpengalaman mengobati perilaku seksual kompulsif.

Melalui psikoterapi, Anda akan menerima terapi khusus untuk kecanduan seks secara pribadi atau kelompok (grup), sekedar rawat inap dan rawat jalan, sampai program-program yang tersedia. Tetapi, jika kecanduan seks Anda cukup parah sehingga mengganggu orang lain, dianjurkan untuk rawat inap di awal.

2.  Carilah bantuan dengan obat
Mungkin beberapa obat psikiatris bisa mengobati psikologis Anda yang kecanduan seks. Antideprean, yang sering diresepkan untuk kecanduan seksual, layaknya depresi yang merupakan masalah umum. Obat anti-cemas dan obat-obat penenang berdosis ringan mungkin juga bisa meminimalisasi candu di kepala Anda.

Anti-androgen juga bisa diandalkan, karena ia mampu menghambat hormon seks dan mengurangi gejolak. Juga Naltrexone, yang secara konvensional sering digunakan untuk pecandu narkotik dan alkohol.

3.  Mengikuti diskusi bersama grup
Jika Anda menunjukkan kemajuan karena kecanduan seks Anda kunjung sembuh, mungkin langkah selanjutnya yang paling tepat adalah merujuk ke kelompok swadaya. Ini diperlukan untuk mencegah kambuh.

Di Amerika Serikat, ada Alcoholics Anonymous sebagai contoh. Kelompok ini biasanya menyuguhkan 12 program terpadu untuk anggotanya agar tidak kembali mencandui seks.

Selain itu, ada pula Sex Addicts Anonymous (SAA), Sexaholics Anonymous (SA), dan Sex and Love Addicts Anonymous (SLAA). Dalam pertemuan-pertemuan, Anda dipersilahkan berbagi dan membahas tentang kecanduan seks yang Anda alami. Dengan begitu, Anda akan menerima dukungan dari teman lain yang bisa membuat hati dan kehidupan seksual Anda lebih tenang dan berbahagia.

Penyakit-Penyakit lewat hubungan seksual.

Berikut beberapa yang penyakit paling umum.

– Herpes genital
Hampir 31 juta orang Amerika, satu per enam jumlah penduduk Amerika-pernah menderita herpes genital. Herpes, yang disebabkan oleh virus herpes simplex tipe 2, adalah infeksi seumur hidup yang menyebabkan lecet-lecet pada alat kelamin yang biasanya datang dan pergi.

– Sifilis
Juga dikenal dengan nama Great Imitator karena gejala-gejala awalnya mirip dengan gejala-gejala sejumlah penyakit lain. Sifilis sering dimulai dengan lecet yang tidak terasa sakit pada penis atau bagian kemaluan lain dan berkembang dalam tiga tahap yang dapat berlangsung lebih dari 30 tahun.

– Gonore
Penyakit ini, yang telah dikenal sejak dahulu kala, kini menyerang sekitar 1,5 juta orang Amerika, baik pria maupun wanita, setiap tahun. Meskipun sering tanpa gejala, infeksi bakteri ini dapat menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil dan mengeluarkan nanah setelah dua hingga sepuluh hari. Kalau tidak diobati, penyakit ini dapat berkembang menjadi artritis, lepuh-lepuh pada kulit, dan infeksi pada jantung atau otak. Gonore dapat disembuhkan dengan antibiotika.

– Genital wart
Kasus kutil pada alat kelamin ini rnencapai sejuta setiap tahun. STD ini disebabkan oleh sejenis virus papiloma, yang terkait dengan kanker penis serta anus. Obatnya tidak ada, walaupun kutil yang terjadi dapat dihilangkan melalui operasi atau dibakar, atau dibekukan. Akan tetapi setelah itu gejala yang sama dapat datang kembali.

– Hepatitis B
Penyakit ini dapat berlanjut ke sirosis hati atau kanker hati. Setiap tahun kasus yang dilaporkan mencapai 200.000, walaupun ini satu-satunya STD yang dapat dicegah melalui vaksinasi.