Perlambat Kehamilan Dengan Obat

Bagi beberapa pasangan kehamilan sangat mudah terjadi di awal-awal pernikahan, namun bagi pasangan tertentu diperlukan usaha khusus untuk dapat terjadinya kehamilan.

Usaha ini tergantung dari kedua belah pihak baik dari suami maupun istri. Biasanya sepasang suami istri dikatakan menderita infertilitas primer bila setelah memasuki usia pernikahan 1 tahun dan telah secara rutin melakukan hubungan seksual namun masih belum terjadi kehamilan. Biasanya setelah 1 tahun baru dilakukan berbagai pemeriksaan untuk mengetahui penyebab tidak terjadinya kehamilan. Pemeriksaan ini dilakukan kepada kedua belah pihak baik suami maupun istri karena untuk bisa terjadinya kehamilan tidak hanya diperlukan cairan sperma yang sehat namun juga sel telur serta rahim yang sehat untuk bisa tumbuhnya janin.

Setiap obat yang masuk ke dalam tubuh kita sudah diteliti dan dihitung oleh para ahli sehingga kadar obat yang masuk merupakan kadar yang dapat menyembuhkan namun tidak sampai menyebabkan toksik atau racun di tubuh kita. Biasanya untuk 1 tablet atau kapsul dapat digunakan untuk rata-rata orang dewasa normal dengan berat badan + 50 kg. Bila mengkonsumsi obat lebih dari dosis yang dianjurkan, maka kadar obat yang beredar dalam darah menjadi berlebihan dan tentu saja lebih berbahaya bagi tubuh.

Setiap obat yang masuk ke dalam tubuh kita mengalami metabolisme misalnya di hati dan ginjal untuk kemudian dapat menjadi aktif dan bekerja pada sel-sel tubuh dan kemudian sisanya dikeluarkan lagi melalui air seni. Bila kita minum obat secara berlebihan seperti suami Anda maka hati dan ginjal akan bekerja berlebihan untuk memproses obat yang diminum tersebut, dan lama-lama akan menyebabkan kerusakan ataupun penurunan fungsi dari organ-organ tersebut.

Apakah mengkonsumsi obat secara berlebihan dapat mempersulit terjadinya kehamilan, hal ini belum bisa dipastikan, karena tergantung dari jenis obat yang dikonsumsi apakah dapat mempengaruhi pembentukan sperma ataupun toksik terhadap sperma. Namun dapat dipastikan bahwa kebiasaan ini bukanlah kebiasaan yang baik dan dapat membahayakan kesehatan.