Meningkatnya Hasrat Seks Wanita di Usia 30-an

Tentang kehidupan seks pasangan menikah.

Meningkatnya Hasrat SeksHasil penelitian seks terbaru mengungkapkan, sekitar delapan puluh lima persen wanita di usia 30-an menginginkan frekuensi seks lebih sering. Sementara pria hanya tujuh puluh lima persen yang menginginkan seks lebih sering di usia sama.  Data ini adalah temuan yang muncul dari sebuah survei tentang kehidupan seks pasangan menikah. Dalam survei ini juga terungkap, jumlah frekuensi bercinta yang diinginkan responden.

Sebanyak enam puluh persen wanita mengaku, mereka ingin berhubungan seks paling tidak dua kali sehari setiap hari. salah seorang responden, mengatakan ia terkejut mendengar wanita di usia 30-an ternyata lebih ‘haus’ seks ketimbang pria. “Saya akan berpikir hal itu akan terjadi sebaliknya,” kata Campbell. Ketika ditanya apa rasanya jika bisa mengubah satu hal tentang kehidupan seks mereka, lebih dari setengah responden wanita menyatakan ingin aktivitas seks dilakukan lebih menantang.

Ketika para wanita diberi pilihan antara pergi ke bioskop, kumpul dengan teman-teman, tidur, makan, minum atau bercinta, tiga puluh satu persen wanita usia 30-an menyatakan mereka lebih suka pergi keluar bersama teman-teman. Tiga puluh delapan persen wanita usia 30-an memilih seks. Dan, tiga puluh dua persen memilih tidur. pria bisa dua sampai tiga kali lebih mungkin untuk melakukan seks dengan wanita lain. Namun, hampir separuh dari responden pria mengaku tetap setia saat mereka mencapai usia 30-an. Sedangkan, sepertiga pria yang disurvei di usia 40-an, mengatakan mereka pernah berselingkuh.

Keterbukaan Tentang Masalah Seksual

Keterbukaan adalah kunci sebuah hubungan harmonis dan langgeng. Komunikasi tentang kehidupan seksual pun penting dilakukan dalam sebuah hubungan asmara. Berdasar jajak pendapat yang dilakukan terhadap 1.200 pasangan usia 15-24 tahun, tujuh puluh persen di antaranya tidak pernah berbicara terbuka tentang kehidupan seksual mereka di masa lampau, sebelum melakukan hubungan seksual dengan pasangan baru. Sedangkan sisanya, merasa sungkan meminta pasangan mengenakan kondom.

Sedangkan duapuluh lima persen malu-malu mengatakan dengan pasangan mengenai seks yang aman, infeksi menular seksual,dan kontrasepsi. Pada dasarnya mayoritas menghargai keterbukaan tentang penyakit seksual. Selain banyak pasangan yang akhirnya menyadari pentingnya keterbukaan komunikasi masalah seksual, sebagian dari mereka juga mulai belajar mengurangi rasa malu untuk berbicara terbuka. Mereka mengubah cara pandang itu setelah mendapat banyak pengetahuan tentang penularan penyakit seksual, yang bisa mengancam keharmonisan hubungan mereka.


Topik Terkait:
, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>