Mandul atau Infertilitas

Mandul atau InfertilitasMandul atau infertilitas adalah pasangan yang belum bisa punya keturunan meski sudah diusahakan. Ada sejumlah persyaratan untuk bisa perempuan mengandung (berpotensi menghasilkan keturunan):

- Perempuan menghasilkan telur
- Laki-laki menghasilkan sprema berkualitas
- Ada pembuahan sel sperma kepada sel telur
- Telur yang dibuahi menempel pada rahim bagian dalam.

Jika salah satu syarat tersebut tidak dipenuhi, maka kemungkinan menghasilkan keturunan kecil. Sebagai tambahan pengetahuan, bahwa kemandulan bukan hanya di pihak perempuan, pria pun berpotensi mandul. Pria yang suka minum alkohol, mengkonsumsi narkoba, perokok, hidup di lingkungan polusi udara yang tinggi, usia lanjut, berpotensi untuk mandul. Pada perempuan kemandulan biosa disebabkan oleh kelainan pada rahim, usia, stress, kurang gizi, rokok, alkohol, atau penyakit menular seks.

Gejala
Belum ada tanda-tanda kehamilan meski sudah diupayakan terus menerus.

Pengobatan
Tingkatkan potensi untuk hamil dengan melakukan intercouse tiap 3 hari sekali dalam seminggu supaya kemungkinan ovulasi juga tinggi. Ovulasi terjadi dalam 2 minggu sebelum dan sesudah periode kesuburan dimulai. Jika periode kesuburan 28 hari, sebaiknya intercouse dilakukan tiap tiga hari antara 7 sampai 18 hari masa kesuburan. Pengobatan tergantung pada penyebab infertilitas. Oleh karena itu disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter kandunga.

Penyebab infertilitas

Banyak faktor yang menjadi penyebab infertilitas sehingga pasangan suami istri tidak mempunyai anak, antara lain:

- Faktor hubungan seksual
Yaitu frekuensi yang tidak teratur (mungkin terlalu sering atau terlalu jarang), gangguan fungsi seksual pria yaitu disfungsi ereksi, ejakulasi dini yang berat, ejakulasi terhambat, ejakulasi retrograde (ejakulasi ke arah kandung kencing), dan gangguan fungsi seksual wanita yaitu dispareunia (sakit saat hubungan seksual) dan vaginismus.
- Faktor infeksi
Berupa infeksi pada sistem seksual dan reproduksi pria maupun wanita, misalnva infeksi pada buah pelir dan infeksi pada rahim.
- Faktor hormon
Berupa gangguan fungsi hormon pada pria maupun wanita sehingga pembentukan sel spermatozoa dan sel telur terganggu.
- Faktor fisik
Berupa benturan atau temperatur atau tekanan pada buah pelir sehingga proses produksi spermatozoa terganggu.
- Fakror psikis
Misalnya stress yang berat sehingga mengganggu pembentukan set spermatozoa dan sel telur.


Topik Terkait:
,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>