Fobia atau Panyakit Ketakutan

Fobia atau Panyakit  KetakutanFobia secara umum adalah jenis dari penyakit ketakutan. Para penderita fobia sangat kuat perasaan takutnya meski pun ketakutan terhadap sesuatu tersebut irasional. Ada banyak macam fobia. Salah satu contoh, acrophobia (ketakutan pada ketinggian), agoraphobia (ketakutan di tempat publik),

Gejala dan Tanda
Panik dan ketakutan, pernafasan pendek, hasrat ingin berlari.

Perawatan
Perawatan untuk fobia adalah dengan obat atau terapi, bisa juga keduanya.

Penyebab Fobia
1. Penyebab fobia paling banyak adalah peristiwa traumatis, terutama yang terjadi di masa kecil. Pada masa kecil pikiran logis kita belum berkembang baik, jadi banyak kejadian yang kita tanggapi secara emosional, sampai menimbulkan trauma dan kemudian muncul sebagai fobia.

2. Budaya dan Keyakinan – Seperti di Jepang, Cina dan Korea, banyak orang takut dengan angka 4 (tetraphobia). Sedangkan di Italia takut banyak orang takut angka 17 yang dianggap sebagai angka sial. Banyak juga orang yang takut pada angka 13 karena meyakini bahwa angka 13 adalah angka sial. Keyakinan tentang angka-angka sial ini sudah membudaya dan diturunkan dari generasi ke generasi.

3. Pola asuh yang keliru, misalnya terlalu melindungi, menyayangi, melayani, akan mempengaruhi keberanian dan kemandiriannya. Nantinya, bila anak jauh dari orang tuanya misalnya, itu akan mudah membuat anak merasa takut dan cemas. Ketakutannya bisa karena dia merasa sendirian atau takut kalau-kalau ada hal yang akan membahayakan menimpanya.

4. Permodelan dan Pengkondisian. Anak-anak rentan “tertular” fobia apabila pernah menyaksikan seseorang fobia terhadap sesuatu, atau karena ditakut-takuti oleh orang-orang disekitarnya. Misalnya orang tua yang selalu menakut-nakuti anak

Sebagian besar penderita fobia menyembunyikan ketakutannya, atau tidak berterus terang kepada orang lain soal rasa takutnya yang tak wajar karena takut dianggap gila atau sakit jiwa oleh orang lain. Sebenarnya fobia bukanlah gangguan mental yang serius, orang yang menderita fobia tetap bisa beraktivitas normal dengan cara menghindari sumber rasa takutnya.  Dengan hypnotherapy, Penderita akan di-regresi untuk menemukan penyebab fobianya, kemudian dilakukan pembelajaran ulang atas peristiwa penyebab fobia tersebut.

Loading...