Payudara Besar Bisa Menimbulkan Kanker

Payudara Besar Bisa Menimbulkan KankerMemiliki payudara berukuran besar ternyata bisa menimbulkan banyak masalah. Selain bisa menimbulkan rasa sakit kronis di punggung, payudara berukuran “sentosa” ini juga bisa memicu kanker payudara. Berkurangnya ukuran payudara karena faktor usia ikut mengurangi risiko kanker payudara. “Lebih dari 50 studi telah menunjukkan, payudara yang besar berisiko kanker. Kini kami mencoba membuktikan apakah risiko itu menurun seiring dengan usia. Payudara yang terlalu besar dan padat biasanya memiliki lemak yang lebih sedikit dibanding jaringan dan kelenjar. Pemeriksaan mamogram pada payudara yang terlalu tebal sering kali memberikan hasil yang kurang akurat karena lebih sulit mendeteksi keabnormalan.

Operasi pengecilan payudara ternyata tidak menekan risiko kanker. Terbukti, 38,6 persen yang memperkecil payudaranya menderita kanker. Bandingkan hal itu dengan 37 persen dari kelompok yang tidak melakukan perubahan apa pun. Terapi sulih hormon pada masa menopause yang bisa meningkatkan kepadatan payudara juga ikut meningkatkan risiko kanker hingga 20 persen. Menurut dr Joanne Mortimer, ahli onkologi, makin tinggi estrogen, makin besar risiko kanker payudara.

Kanker Payudara Dapat Dicegah

Lebih dari sepertiga kasus kanker payudara sebenarnya tidak harus terjadi bila seorang wanita mau berolahraga lebih sering dan mengurangi konsumsi makanan berlemak. Demikian peringatan yang disampaikan para pakar kesehatan. Deteksi dini dan skrining mamogram memang secara dramatis mampu memperlambat kanker, tetapi fokus yang harus dikampanyekan adalah tindakan pencegahan lewat perubahan gaya hidup.

Para ahli menemukan mayoritas kanker payudara mendapat bahan bakar dari estrogen, hormon yang diproduksi oleh jaringan lemak. Oleh sebab itu para ahli menduga, semakin gemuk seseorang, makin banyak estrogen yang diproduksinya sehingga bisa memberi bahan bakar bagi kanker. Bahkan pada wanita kurus, para ahli yakin olahraga bisa membantu mengurangi risiko kanker karena lemak bisa diubah menjadi otot.

Ahli bedah onkologi Sutjipto, dalam suatu kesempatan pernah mengatakan kanker payudara kini makin mengarah pada wanita muda. Jika 20 tahun lalu kanker ini lebih banyak menyerang wanita di atas usia 50 tahun, sekarang banyak wanita berusia di bawah 30 tahun yang terkena kanker payudara.Gaya hidup, termasuk pola makan, kebiasaan merokok, kurang olahraga, termasuk stres dalam menjalani kehidupan sehari-haari, bisa menjadi salah satu penyebab kanker payudara.


Topik Terkait:
,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>