Bahaya Minum Obat Tanpa Resep

Bahaya Minum Obat Tanpa ResepTak sedikit orang yang enggan pergi ke dokter ketika sakit. Demikian juga yang menjadi kebiasaan Roni. Bila sakit, ia biasa membeli obat di apotek, tetapi tanpa resep dokter. “Ya ada antibiotik, juga ada beberapa obat yang mestinya menggunakan resep dokter. Nyatanya pihak apotek sama sekali tidak menanyakan resep, tuh. Jadi ya sudah, nggak perlu ke dokter,” ujar pria usia 30-an tahun ini.

Minum obat tanpa resep dokter atau mengobati diri sendiri, sudah lama menjadi kebiasaan masyarakat kita. Pengobatan tidak tepat sasaran ini justru membuat tubuh makin rentan penyakit dan obat yang diminum bakal merusak tubuh sendiri. Ia mengaku berani minum obat yang semestinya digunakan dengan resep tetapi tanpa petunjuk dokter itu, karena beberapa kali menemui kasus serupa dan obat yang diminum jenisnya sama. “Makanya, pas aku yang kena, ya beli saja langsung obat itu dan memang sembuh,” tutur karyawan sebuah perusahaan teknologi informasi ini.

Pengalaman serupa biasa pula dilakukan seorang pria  yang mengidap penyakit asam urat. salah satunya gara-gara mengonsumsi jamu yang ternyata dicampur obat kimia itu, ia mengaku kapok.

Diagnosis Error

Ada banyak kejadian serupa yang bisa ditemui di masyarakat kita. Inilah yang disebut mengobati diri sendiri. Penggunaan obat (beresep) tanpa sepengetahuan dokter sehingga tidak ada resep, bila dilakukan terlalu sering bisa berakibat fatal. Biasanya orang mengobati diri sendiri berdasar gejala tanpa memikirkan penyebab penyakitnya. Prioritas utamanya, yakni menghilangkan nyeri, menurunkan suhu tubuh bila demam, atau menghilangkan bercak di kulit, daripada berupaya mencari akar permasalahannya.

Bisa Jadi Serius

Nyeri atau meningkatnya suhu tubuh sebenarnya merupakan sinyal, tetapi kita kerap tidak menggubrisnya. Sejauh gejala ini dapat ditahan sakitnya dan tidak memengaruhi aktivitas harian, banyak orang lebih memilih mengobati sendiri daripada pergi ke dokter.

Hati-Hati dan Waspada

Mencegah adalah langkah terbaik menghindari bahaya mengobati diri sendiri. Yang terjadi, tidak akan ada lagi tindakan membeli obat (beresep) tanpa resep meski apotek memberikannya. Tentu saja, kultur seperti ini mesti dimulai sejak kecil. Dan sebaiknya juga diajarkan di sekolah-sekolah. Demikian diungkapkan Dr. Jean Pouillard, pengarang buku L’automedication.

Hati-hati dan waspada adalah kata kunci dari semua persoalan ini. Menyingkirkan obat-obatan atau peralatan pertolongan pertama dari jangkauan anak, merupakan langkah hati-hati yang sederhana yang bisa kita lakukan. Selanjutnya, hati-hati dengan tidak asal menggunakan obat


Topik Terkait:
,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>