Cara Mendeteksi Gejala Kurang Hormon Testosteron

Cara Mendeteksi Gejala Kurang Hormon TestosteronHormon testosteron atau hormon seks pria sejatinya akan menurun seiring bertambahnya usia. Penurunan level testosteron ini biasanya ditandai dengan beberapa gejala yang mirip dengan gejala akibat proses penuaan. Testosteron selama ini dikenal sebagai hormon laki-laki, tapi hormon ini juga diperlukan perempuan. Jika kadar hormon ini menurun maka akan muncul keluhan dan bisa menurunkan kualitas hidup seseorang.

Ada beberapa gejala yang timbul jika seseorang mengalami penurunan kadar testosteron, yaitu:

Bagi Perempuan:

* Motivasi seksual yang menurun.
* Penurunan lubrikasi vagina dan juga fantasi seksnya.
* Kepadatan tulang dan massa otot yang berkurang.
* Frekuensi insomnia yang meningkat.
* Sering mengalami sakit kepala tanpa sebab.

Bagi Laki-laki:

* Komposisi tubuh yang berubah terutama meningkatnya lemak di perut.
* Rambut yang mulai berkurang.
* Fungsi seksual yang menurun.
* Gangguan tidur dan suasana hati.
* Penurunan rasa kenyamanan seperti lelah, depresi, bingung dan berkeringat di malam hari.

Pada laki-laki biasanya melakukan Aging Males Symptom (AMS) scale, sedangkan pada perempuan hanya berdasarkan gejala dan pemeriksaan laboratorium. Untuk mengatasi hal ini bisa dengan cara melakukan testosteron replacement theraphy, yaitu sejenis terapi dengan cara memberikan hormon testosteron yang fungsinya sama dengan testosteron alami di dalam tubuh.

Untuk perempuan biasanya hanya menggunakan yang short acting dan dosisnya hanya sepertiga atau seperempat dari dosis untuk laki-laki. Perawatan testosteron ini tidak hanya meningkatkan fungsi seksual, tapi juga semua aspek yang berperan dalam meningkatkan kualitas hidup. Berdasarkan penelitian di Departemen Andrologi dan Seksologi Universitas Udayana ditunjukkan bahwa terapi testosteron ini dapat meningkatkan jumlah pembuluh darah dan merangsang jaringan fibrovasculer.