Informasi Tentang Mitos yang Berhubungan dengan Seksual

Banyak sekali mitos seputar hubungan seksual yang berkembang di kalangan masyarakat masa kini. Mitos itu diinformasikan secara berantai tanpa jelas asal mulanya. Ada baiknya Anda mengetahui fakta-fakta di balik mitos itu agar tak terjebak informasi  yang salah.

pertama:

Mitos: tidak akan mengidap Penyakit Menular Seksual(PMS) jika berhubungan dengan orang yang dikenal.

Fakta: siapapun orang yang melakukan hubungan seks, baik dengan orang dikenal maupun tidak dikenal, masing-masing memiliki risiko terjangkit PMS. Bahkan biar saat menggunakan kondom, meski risikonya sangat kecil.

Kedua:

Mitos: mendorong seks pria yang lebih besar.
Fakta: secara umum, setiap orang usia 17-25 tahun mempunyai dorongan seks yang cukup tinggi. Tetapi pada umumnya memang pria selalu menginginkan seks lebih dari pada wanita.

Ketiga:

Mitos: lebih besar lebih jantan.
Fakta: ukuran organ vital pria tidak menjamin kualitasnya. Psikoterapis asal New York , Jonathan Alpert, mengungkap, banyak pasien wanitanya yang mengeluhkan ukuran organ vital pasangannya yang terlampau besar sehingga menyakiti leher rahim mereka. “Ini membuktikan bahwa ukuran besar belum tentu memuaskan.

Keempat:

Mitos: kemungkinan tidak  hamil saat sperma dikeluarkan di luar
Fakta: seks seperti permainan bola basket, ada sesi menggiring bola sebelum menembak pasangan. Jadi, sangat mungkin pria sudah meninggalkan sejumlah sperma dalam pre-cum. Sperma yang tercecer itulah yang dapat membuat pasangannya hamil. Namun memang, kemungkinannya sangat kecil.

Kelima:

Mitos: meludah lebih aman daripada menelan.
Fakta: wanita tetap berisiko terkena penyakit menular seksual ketika sperma masuk ke mulut.

Keenam:

Mitos: masturbasi saat menonton film bersama
Fakta: perlu dimengerti bahwa untuk masturbasi, pria seringkali membutuhkan elemen visual seperti film porno. Bahkan untuk pria beristri. Film porno hanya sebagai media untuk menyelesaikan lebih cepat. Bukan berarti pria sudah tidak puas berhubungan seksual dengan pasangannya. “Ketika pria melihat film porno, ini bukan sekedar tentang cinta, dan itu bahkan bukan berarti tertarik pada orang lain,” kata seorang pakar seks, Dr Davidson.